INFARK MIOCARDIUM



PENDAHULUAN

Untuk kelangsungan hidup suatu hewan, sistem peredaran darah (sirkulasi) sangatlah penting. Darah yang notabene mengangkut zat makanan dan oksigen sebagai sumber utama kebutuhan sel. Selain itu, juga sebagai pengangkut hasil metabolisme. Tugas – tugas tersebut diperankan oleh jantung, vasa (pembuluh darah yang terdiri dari aorta, arteriol, dan kapiler), dan saluran limfe.
Tugas sistem sirkulasi salah satunya diperankan oleh jantung. Jantung (cor) merupakan organ vital bagi hewan oleh karenanya menjaga kondisi jantung dalam keadaan sehat dan normal menjadi tugas utama seorang dokter hewan. Jantung bekerja sebagai pompa tekan untuk memompa darah hingga darah terus menerus beredar ke seluruh bagian tubuh. Dilihat dari strukturnya, jantung dibagi menjadi 2 belahan yaitu kiri & kanan. Setiap belahan dibagi menjadi 2 rongga yaitu atrium & ventrikel. Jantung tersusun dari 3 lapisan yaitu endokardium (sel endotelium jantung), miokardium (otot jantung), dan perikardium (pembungkus jantung). Jantung mempunyai kemampuan khusus untuk melakukan kontraksi otomatis dan ritmis (automaticity) tanpa tergantung pada ada atau tidak adanya rangsangan saraf dan bekerja dibawah kesadaran (involunter), kemampuan jantung untuk mempertahankan hemostatis (excitability), kemampuan jantung untuk bisa berdenyut karena pengaruh penghantar bioelektrik dari SA node, AV node, Bundle of his, dan serabut Furkinje, serta kemampuan jantung dalam merespon impuls masuk ke sel sel otot jantung dengan berkontraksi dan berelaksasi.
Dengan struktur dan sistem kerja yang komplek tersebut tidak jarang jantung juga mengalami gangguan yang salah satunya berupa infark myokardium. Infark myokardium adalah keadaan nekrosis pada otot jantung yang disebabkan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen selain itu juga dapat terjadi karena adanya obstruksi, kompresi, ruptur karena trauma, dan vasokonstriksi. Keadaan ini apabila tidak ditangani akan mengganggu kinerja jantung hewan.


TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi
Infark miokardium adalah kelainan pada sistem kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyumbatan pada arteri koroner sebagai akibat dari aterosklerosis atau trombosis sehingga terjadi nekrosis (kematian jaringan) dan iskemik pada miokardiosit karena suplai oksigen untuk daerah tersebut berkurang.




Gambar 1. Anatomi arteri koroner jantung yang apabila terjadi penyumbatan menyebabkan infark miokardium.

2.2 Etiologi
Infark miokardium terjadi oleh penyebab yang heterogen (Alpert, 2010) antara lain :
a)      Infark miokard tipe 1
Infark miokard secara spontan terjadi karena aterosklerosis dan peningkatan kebutuhan oksigen serta nutrien pada penderita anemia, aritmia, dan hipertensi atau hipotensi.
b)      Infark miokard tipe 2
Infark miokard yang disebabkan oleh vasokonstriksi dan spasme arteri sehingga menurunkan aliran darah ke miokardium.

c)      Infark miokard tipe 3
Pada infark tipe 3, tidak ditemukan peningkatan tanda biokimiawi.
d)     Infark miokard tipe 4
Terjadi peningkatan kadar troponin 3 kali lebih besar dari normal akibat pemasangan percutaneus coronary intervension (PCI) atau stent trombosis.
e)      Infark miokard tipe 5
Peningkatan kadar troponin 5 kali lebih besar dari normal saat melakukan operasi bypass koroner
Kejadian infark miokardium juga sangat terkait dengan umur, jenia kelamin, dan ras hewan. Resiko aterosklerosis koroner meningkat seiring bertambahnya umur biasanya terjadi pada umur 11-15 tahun seiring dengan aktivitas kuda yang semakin meningkat. Berkaitan dengan jenis kelamin, pada kuda jantan lebih berisiko daripada kuda betina. Hal ini mungkin terkait dengan aktivitas kuda jantan yang lebih banyak seperti latihan pacu. Sedangkan pada kuda betina lebih tahan diduga karena adanya efek perlindungan oleh hormon estrogen. Terkait dengan ras, kuda yang lebih berisiko terkena infark miokardium adalah ras Standardbreds, Draft horses, dan Warmbloods. Selain faktor-faktor tersebut ada juga faktor lainnya yang dapat ditekan pengaruhnya seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan konsumsi pakan.

2.3 Patogenesis
Kejadian infark miokardium diawali dengan terbentuknya aterosklerosis yang kemudain menyebabkan ruptur dan menyumbat pembuluh darah. Arterosklerosis ditandai dengan formasi bertahap fatty plaque didalam dinding arteri. Lama-kelamaan plak ini akan menumpuk yang kemudian menyumbat lumen sehingga diamter lumen menyempit. Karena penyempitan inilah aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi untuk miokardium akan terganggu. Keadaan ini diperparah dengan pelepasan mediator lokal yang bersamaan atau simpatik sistemik yang menginduksi vasokonstriksi koroner dan embolisasi distal microtrombus. Kehilangan fungsi miokard menyebabkan gangguan pada fungsi ventrikel kiri serta mengganggu kualitas hidup hewan dan dapat berakhir dengan kematian dini.
Faktor lain seperti umur, genetik, diabetes, dan hipertensi menyebabkan disfungsi dan aktivasi endotelial sehingga berakibat tidak diproduksinya molekul-molekul vasoaktif seperti nitric oxide yang berperan sebagai vasodilatator, anti-trombotik, dan anti-proliferasi.
Penyempitan lumen arteri koroner secara temporer dapat memperburuk keadaan obstruksi dan menurunkan aliran darah koroner. Lokasi obstruksi berpengaruh terhadap kuantitas iskemia miokard dan keparahan manifestasi klinis penyakit. Kejadian iskemia menyebabkan abnormalitas metabolisme, fungsi, dan struktur sel. Iskemia terjadi karena kadar oksigen yang berkurang, asam lemak tidak dapat dioksidasi, glukosa diubah menjadi asam laktat, serta pH intrasel yang menurun. Selain itu, adanya kerusakan pada endotel dan peningkatan sirkulasi katekolamin yang ditandai dengan peningkatan denyut jantung.


Gambar 2. Potongan melintang dari ventrikel kiri normal (kiri) dan ventrikel kiri yang mengalami infark miokardium (kanan)


Gambar 3. Trombus intrakoroner sebegai salah satu penyebab infark miokardium

2.4 Gejala klinis
Gejala klinis yang umumnya muncul berupa :
-          Rasa nyeri pada dada
-          Gelisah
-          Berkeringat dingin
-          Lemas
-          Ektremitas terasa dingin
-          Tekanan vena jugularis normal atau meningkat
-          Pulsasi arteri carotis melemah dan sulit dipalpasi
-          Bradikardi dan aritmia
-          Saat auskultasi, terdengar: suara jantung lemah, pulsasi sistolik abnormal, suara tambahan, serta terkadang suara friction rub prikard.

2.5 Diagnosis
Diagnosa ditegakkan berdasarkan
a)      Gejala khas (trias klasik) infark miokardium berupa rasa nyeri dada, peningkatan konsentrasi isoenzim kreatin-kinase MB (tropin), serta gambaran EKG khas karena adanya gelombang Q patologik.
b)      PA : adanya obstruksi arteri koroner aterosklerotik, adanya gangguan plaque serta pendarahan plaque, trombus intrakoroner,
c)      Berdasarkan atas keadaan hemodinamik (pulmonary artery capillary wedge)
d)     EKG


Gambar 4. Hasil EKG yang memperlihatkan segmen ST  yang tidak spesifik dan gelombang T yang menyerupai segmen ST


e)      Metabolik, dilihat dari produksi laktat koroner
f)       Biokimiawi, dilihat dari pelepasan isoenzim kreatinin-kreatinin MB atau troponin
g)      Radiology
h)      Echocardiograpy

2.6 Treatment
Treatment yang dapat diberikan pada kuda berupa :
a)      Mengistirahatkan kuda untuk sementara eaktu
b)      Terapi oksigen
c)      Pemberian vitamin B komplek dan vitamin C
d)     Pemberian dicumarol dapat durekomendasikan kecuali pada pasien yang mengalami penyakit hati dan insufficiency ginjal.
e)       Pemberian nitroglycerin sebagai vasodilatator
f)       β- blocker
g)      ACE (angiotensin converting enzim) inhibitor
h)      Aldosteron antagonist


 
 PENUTUP

Infark miokardium adalah kelainan pada sistem kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyumbatan pada arteri koroner sebagai akibat dari aterosklerosis atau trombosis yang banyak menyerang hewan besar termasuk kuda. Penyakit ini dapat muncul karena adnya penyakit lainnya seperti hipertensi atau diabetes serta pola makan dan aktivitas hewan besar juga banyak berpengaruh. Sehingga perlu sebgai pemilik untuk melakukan manajemen yang baik dan terkontrol untuk menghindari infark miokardium. 


DAFTAR PUSTAKA

Arif, Syafri Kamsul. 2009. PERIOPERATIVE ISCHEMIC AND INFARK MIOKARD. Department of Anesthesiology Medical Faculty Hasanuddin University and Intensive Care Unit Wahidin Sudiro Hospital, Jalan Perintis Kemerdekaan 10 Tamalanrea : Makassar
Liao, Song-Yan et all. 2010. Attenuation of Left Ventricular Adverse Remodeling With
Epicardial Patching After Myocardial Infarction. Hong-Kong
Ou, Lailiang et all. 2010. Animal Models of Cardiac Disease and Stem Cell Therapy. Key Laboratory of Bioactive Materials, Ministry of Education, College of Life Science, Nankai University, Tianjin : China
Wolff, Louis. 2000. The Manajement Of Acute Myocardial Infarctin. Medical Service, Beth Israel Hospital and the Department Of Medicine, Harvard Medical School.
INFARK MIOCARDIUM INFARK MIOCARDIUM Reviewed by kangmaruf on 12:34 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.